AkuSiapa kan bersama
Di waktu kesepian
Siapa kan bersama
Mereda tangisanku
Kembara dalam duka
Mencari erti cinta
Kembara dalam sepi
Membelai luka hati
Aku PenghiburKu nyanyikan lagu ini
Lagu riang dan gembira
Ke marilah dikau bersama
Menyanyikan lagu indah
Ku bisikkan kepada mu
Irama cinta nan murni
Ku ingin dikau bahagia
Tiada duka nestapa
AzuraAzura
Ada sinar di matamu
Lembut hatimu mesranya sayang
Azura
Senyummu ku terbayang
Tanpa mu ku sepi rindu
Azura
Kaulah sinar hidupku
Bahagia SementaraTak pernah aku meraguimu
Kau menawanku
Hadirmu merawat sepi diruang hati ini
Kau meyakinkan duka berakhir
Menjelma bahagia
Tapi mengapa kau pula pergi ketika
Kasih mekar
Katakanlah mengapa perpisahan
BerjauhanTiada lambaian
Oh apa lagi paminta
Berjauhan tak bererti perpisahan
Kau resah di sana
Oh aku sepi di sini
Berjauhan menguji hati
Berjauhan bagiku
Hanya jarak dan ruang waktu
Bumi BertuahMasa sering menguji
Keikhlasan hati
Bersyukur pada Tuhan
Atas ketahanan
Di sinilah kita
Memeta cita-cita
Bangsa bermaruah hidup merdeka
Nilai hidup kita
Bunga PujaanKujejaki lembah belukar di sana
Luas terbentang tiada bertepi
Tak kuhiraukan panas hujan melanda
Semua bagiku tak bererti
Hanya satu tujuan untuk mencari
Setangkai bunga pujaan hati
Namun apa setelah aku dapati
Kumbang lain menghisap madunya
CendrawasihCendralawasih
Burung di awan
Cendralawasih
Burung di awan
Terbanglah malam
Berkawan-kawan
Terbanglah malam
Berkawan-kawan
Dambakan KasihGejolak hidup sehangat mentarimu
Menyinariku di sepanjang hayatmu
Catatan rindu di mimpiku
Sekurun resah akan bertamu
Dambakan kasih bersalut baldu
Senandung embun dinginnya kurasakan
Takkan hilang walau badai melanda
Demi bisikan nuraniku
Demi KeamananTak tahu
Bilakah kan berakhirnya
Sengsara kehidupan
Dunia ini
Ku mahu
Kau bawa pengaruhinya
Berlalu meninggalkan
Semoga kami aman
Derita CintaBiarkan gelora melanda hati
Biarkan derita merintih
Begitulah pedihnya jiwa oh kasih
Kiranya panas yang kau harapkan
Tetapi derita yang tiba
Begitulah suratan hidup insan bercinta
Dulu aku pernah menderita
Bila hatiku kau lukakan
DeruDeru angin menyapa muka
Membuat hati tenang semula
Kerna pintu hati terbuka
Menjemput kau bertandang sama
Keyakinan kebahagiaan
Masa depan yang kunantikan
Deru angin membawa khabar
Menenang jiwa yang dulu gementar
Di Mana BayanganmuBersama malam yang sepi
Ku bisik suara hati
Sayangnya kau tiada
Di mana bayangan mu
Duhai angin lalu
Belai rintihanku
Resah merindukan mu
Badai yang melanda
Gadis MelayuSiapa bilang gadis melayu tak menawan
Tak menarik hati tiada memikat
Kalaulah memang tak mungkin aku tertarik
Kalaulah sungguh tak mungkin aku kan jatuh
Siapa bilang gadis melayu tak menawan
Tak menarik hati tiada memikat
Kalaulah memang tak mungkin aku tertarik
Kalaulah sungguh tak mungkin aku kan jatuh
Ghazal AsmaraBergema suara di tabir malam
Mengalun qasyidah
Dengan penuh rasa syahdu
Tak sempat bertanya
Engkau melangkah
Hatiku tersingkap
Rasa cinta penuh rindu
Hey la
Insan Dan BungaBila musim bunga tiba
Halamanku indah berseri
Cantik bunga indah mempesona
Hati riang tak terperi
Bila musim gugur tiba
Bunga jatuh ke bumi juga
Hatiku pun hiba melihatnya
Nasib bunga tiada lama
Kalipso TropikanaKalipso tropikana nusantara
Ku lihat engkau
Berlari di pasir putih
Sambil melambai padaku
Kau ukir senyum
Meredupkan terik mentari
Ombak menari-nari
Teman-teman memukul bongo
Kasih IbuBeradu serendanya
Sementara kesempatan
Sebelum roda waktu berputar ligat
Membawa perubahan tanpa sedari usiamu
Sudah bertambah menjangkau ke alam dewasa
Kasih ibu dulu kau puja
Anggapkan segala-gala
Kasih ibu pula kau lupa
KasmaranPadamu
Aku takkan berdusta
Walau kau tak percaya
Ini bukan sandiwara
Hadirmu
Bagai tak direncana
Tapi bila ku renung
KeinsafanKu mencari kesucian diri
Setelah keinsafan menjelma
Masih tersirat di sanubari
Keganasanku di alam maya
Jari jemariku tak berhaluan
Hanya mengikut rentak hati dan perasaan
Masihku menanti ke manaku bawa diri
Segala-gala yang ku inginkan
Keluhan PerantauAngin senja yang membelai
Keheningan desa permai
Ku terkenang kemesraanmu
Di dalam oh rinduku
Ku kembara berkelana
Dan membawa hati luka
Di manakah kan ku temui
Sinaran cinta suci
KembalilahKembalilah wahai sayang
Padaku yang kesepian
Bawakanlah ku penawar rindu
Tiada kata tiada pesan
Dikau pergi meninggalkan
Ku kembara mencarimu kasih
Usah kau turutkan resah dihatimu
Usah kau kenangkan kisah lalu
KerlinganKerling matamu bagai menawan hati
Senyum simpulmu sungguh manis sekali
Wajahmu cantik bagai bunga berseri
Kembang mengharum di dalam taman hati
Sinar matamu bagai bintang cahaya
Cahaya menyinar terus ke dalam dada
Sudah tentulah kalau hati tergoda
Kerling matamu menawan jiwa
Lancang KuningLancang kuning
Lancang kuning belayar malam
Hai belayar malam
Lancang kuning
Lancang kuning belayar malam
Hai belayar malam
Haluan menuju
Haluan menuju ke laut dalam
Layang-layangLayang-layang kau melayang amat indahnya
Layang-layang jauh tinggi di langit biru
Layang-layang jelajahi alam nan indah
Kau megah di angkasa
Burung-burung seakan terpegun padamu
Berkilauan warna-warnimu di puncak dunia
Angin lalu membawa kau kian jauh
Di celah awan nan biru gagah perkasa
Malam PertamaSungguh mesranya
Bilaku bersua
Dengan si gadis ayu jelita
Di malam pesta
Malam yang meriah ria hatiku gembira
Hatiku terpesona padamu jelita
Gayamu sungguh menarik bila kau menari
Inginku bersamamu
Mati Hidup SemulaTak sudi memandang tidak mengapa
Kerna ku mengerti aku insan hina
Tapi dengar apa ku katakan
Untuk pedoman di hari muka
Dulu hidup ku rasakan mati
Mata terbuka tapi tak berhati
Kini ku rasa dihidupkan kembali
Walau peritnya setengah mati
Nadi CintaTercipta perasaan
Dikelopak nan murni
Penantianku kan berakhir
Mengharum bunga kasih
Dalam jambangan hati
Inginku beri kepadamu
Dalam dakapan sepi
Dalam dahaga kasih
Nasib DirikuBegini kisahnya nasib diriku
Tak henti dilanda derita
Kembara dirantau mencari sinaran bahagia
Umpamanya biduk terbuang hanyut
Dihempas dipukul gelombang
Tak daya berpaut
Terdampar di tepian pantai
Pengorbananku setulus hatiku
Penawar KasihLilin yang membakar diri
Yang sudi menerangi dan juga menemani
Di sebalik kabus wajah yang tersembunyi
Ada titis airmata yang membasahi
Engkau lindungi
Tabah walaupun diuji
Dengan rela hatimu menempuh segalanya
Apa yang engkau lakukan tiada paksaan
Penghujung RinduBila kekasih mengundang aku pulang
Mahligai menanti penuh gemilang
Bila kekasih menyingkap tabir cinta
Tiada terbatas dengan kata-kata
Dapatkah aku membalas dengan air mata
Tanda syukur menerima setelah sekian lama
Menghamba hidup pada dunia
Seribu tahun takkan sama
PenyiksaankuLangit kelabu tak menjanjikan
Hujan kan turun membasahi bumi
Hati membeku semakin membatu
Menambahkan penyiksaanku
Mengapa kau tak mengerti kasih
Bagaimana aku merindukan
Yang kau lafazkan kau kata
Adalah dua yang berbeza
PerjalanankuDalam perjalananku masih mencari
Warna indah kehidupan
Yang kini semakin hilang serinya
Ditelan suara kepura-puraan
Di dalam meniti pencarian ini
Tidak juga ku temui
Sinar kedamaian yang di cari-cari
Yang tinggal hanyalah wajah kehampaan
Pilihan HatiBukan kecantikanmu
Aku tergoda
Tapi kelembutanmu
Memikat jiwa
Bukan jelingan manja
Yang mempersona
Tapi kejujuranmu
Aku terharu
Rahsia HatiKau bernama kekasih
Dengan rahsia hati di hadapanku
Pertemuan yang tidak pernah dirancang
Tiada perjanjian antara kita
Aku lemas sendiri menatapmu
Hatiku berbicara engkau tetap membisu
Adakah simpatimu
Menyambut kehadiran yang kau harapkan
Salam AidilfitriAssalamualaikum
Salam hamba hulur tanda ingatan
Buat semua insan umat Islam
Di pagi syawal
Pada bonda tercinta
Pada ayah yang rela berkorban
Mohon keampunan dosa-dosa
Yang ku lakukan
Samrah MentariLangit terluk
Membisu
Bumi meratap
Keliru
Lalu tertanya
Apa salah dan dosa ku
Bila mentari
Tiada
Segala CintaSiapa lagi nak ku serahkan
Tentunya kepadamu Tuhanku yang kalam
Segala duka satu keindahan
Segala cinta satu kedamaian
Siapa lagi ingin ku miliki
Setelah memutih warna pelangi
Tiada kejora di langit tinggi
Telah ku tahu saat dan ketika
Sejalur CintaPuncak langit biru
Di pinggir kabus unggu
Ku terpaku oh
Melukiskan kata
Mewarnakan rasa
Tanpa jemu mengharap
Hadirlah kasih
Di tebing berliku
Senandung KasihBagaikan rembulan sayang
Menyinari malam
Begitu cintamu menyinar hatiku
Yang kesepian
Bertaburan bintang sayang
Di malam nan syahdu
Wajahmu terbayang mengusik hatiku
Kau pujaanku
Senandung SemalamBerirama senandung semalam
Ku teringat peristiwa silam
Di mana aku dan si dia
Cinta benar cinta
Kau mencurah apa yang dirasa
Ku dibuai oleh angin senja
Budimu yang seikhlas itu
Akulah kasihmu
SendiriSendiri menempuh hidup
Tiada berayah tiada beribu
Sendiri aku berjalan
Tiada harta menjadi bekalanku
Belum pernahku kesali hidupku
Lahir ke dunia pun begitu
Suka dukaku tanggung sendiri
Dengan ketabahan hati
Seniman MenangisAku menyanyi
Menghibur hati insan yang sepi
Aku bersenda
Mereda duka kau yang kecewa
Di sebalik senyum
Sepiku terlindung
Insan gembira
Mengikuti berbagai cerita
SerojaMari menyusun seroja
Bunga seroja ah ah
Hiasan sanggul remaja
Puteri remaja
Rupa yang elok
Di manja jangan dimanja ah
Pujalah ia oh saja
Sekadar saja
Suratan KasihUntuk apakah lagi sumpah dan janji
Yang tak pernah tertunai sejak dulu
Untuk berapa kali lagi berperang dengan perasaan
Yang membakar keyakinanku
Apa perlunya cinta untuk merana
Tak pernah kulihat
Kesaktian dan kekuatannya
Walau setitik madunya tak pernah pun kumerasakan
Suratan NasibTelah lama aku derita
Telah lama aku kecewa
Bagai malam tanpa siang
Ku kegelapan bersendirian
Tiada berteman
Mengapakah jadi begini
Bagai laut tidak bertepi
Ingin aku merasakan
SyukurKu bersyukur padamu Illahi
Kau pelindung diriku
Walau hatiku sering dilukai
Engkau tetap bersamaku
Ku bersyukur padamu Illahi
Yang memberi hidayah
Walaupun ada insan yang benci
Namun kau tetap menyayangi
Tangis Tak BerairmataNak ku nangis tak berair mata
Nak ku rayu pada siapa
Bagaikan lagu tanpa irama
Nak ku nangis tak berair mata
Nak ku rayu pada siapa
Setelah aku serahkan cinta
Engkau cari kekasih yang lain
Biar aku membawa diri
Tersentuh KernamuTersentuh dari bicaramu
Jelas ada kasih yang terucap
Terang sudah hati ini
Dengan kata cinta hari muka
Kian bermakna
Kulepaskan satu persatu
Temasya di balik cumbu rayu
Agar bisa kuhidupkan
Titisan HujanTitisan hujan di malam yang hening itu
Menyentuh hatiku yang sepi
Bisikan bayu seakan terdengar suara
Laluku terlena di lamunan
Basah pipi mu dengan linang air mata
Bila ku nyatakan pada mu
Aku kan pergi membawa hati yang luka
Lalu kau merayu ku kembali